Feed on
Posts
Comments

TBE, T, dan IBE

Nilai T (tolarable soil erosion) adalah suatu nilai untuk menunjukkan laju erosi tanah yang boleh terjadi pada sebidang lahan. Nilai T ini dapat digunakan sebagai landasan untuk menetapkan perlu atau tidaknya dilakukan konservasi tanah di suatu lahan yang bermasalah. Nilai T yang lebih kecil dari pada laju pembentukan tanahnya tidak mengharuskan dilakukan konservasi dan kalau dilakukan tindakan konservasi tanah diarahkan menggunakan teknikteknik sederhana dan berintensitas rendah. Sedangkan nilai T yang lebih besar dari pada laju pembentukan tanahnya mengharuskan dilakukannya tindakan konservasi tanah.

Nilai IBE (indeks bahaya erosi) berguna untuk mengetahui seberapa besar laju erosi yang terjadi akan membahayakan kelestarian keproduktivan tanah yang bersangkutan. Sedangkan TBE (tingkat bahaya erosi) ditetapkan berdasarkan telaah terhadap gatra laju erosi tanah yang diprakirakan dengan USLE dan ketebalan solum tanah yang bersangkutan.

 

Download Data Praktikum

Biomassa sangat erat kaitannya dengan Karbon. Tetapi dalam pengertian sebenarnya, biomassa tidak lah sama dengan karbon karena biomassa hanya 50% nya saja dari jumlah karbon yang terkandung pada suatu organisme. Pada ekosistem daratan, karbon (C) tersimpan dalam 3 komponen pokok, yaitu:

1. Biomassa –> Merupakan massa dari bagian vegetasi yang masih hidup. Dalam konteks tumbuhan bisa berupa tajuk pohon, tumbuhan bawah, gulma atau tanaman semusim.

2. Nekromassa –> Merupakan massa dari bagian vegetasi yang telah mati. Dalam konteks tumbuhan bisa berupa pohon yang masih tegak di lahan atau telah tumbang. Serasah dan daun yang baru saja gugur masuk ke dalam kategori ini.

3. Bahan Organik Tanah –> Merupakan sisa makhluk hidup (baik tumbuhan, hewan ataupun manusia) yang telah mengalami pelapukan.

Secara umum diperkenalkan 2 metode dalam pendugaan biomassa, yaitu:

a. Metode Destruktif –> Pendugaan biomassa dengan cara merusak vegetasi yang akan diukur biomassa/kandungan karbonnya. Metode ini umumnya digunakan pada tumbuhan bawah, serasah ataupun pohon yang telah tumbang.

b. Metode Nondestruktif –> Pendugaan biomassa dengan menggunakan rumus atau biasa dikenal dengan persamaan allometrik. Metode ini umumnya digunakan pada pohon yang masih tegak (pancang, tiang, pohon) dengan mengukur diameter dan tinggi pohon lalu dikonversi dengan rumus.

Kunci Jawaban Praktikum